Latar belakang: Pemilihan gaya hidup dalam menentukan pola makan menjadi lifestyle dan kurangnya aktivitas sehari-hari serta penyajian makanan cepat saji atau junk food diperkirakan hampir 80% mengandung lemak jenuh dalam satu porsi makanan bisa menyebabkan obesitas dan penyakit tidak menular lainnya serta dalam jangka panjang bisa menyebabkan tingkat stress. Obesitas dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi melalui jaringan adiposa yang secara aktif mempengaruhi rasio hormone estrogen dan androgen yang menunjukkan indikator adanya gangguan sistem reproduksi yaitu anovulasi,infertilitas dan keguguran.Tujuan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap kejadian obesitas dan infertilitas pada wanita usia muda di Malang Indonesia. Metode: Penelitian observasional dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua ibu muda yang mengalami obesitas, dengan sampel IMT > 27,3 berjumlah 80.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan regresi Logistik Multivariat. Hasil uji chi-square diperoleh nilai hitung 1,406 dan nilai signifikansi sebesar 0,495 dan (p >0,05) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dan infertilitas sedangkan pada pola stress nilai hitung sebesar 10,034 dan nilai signifikansi sebesar 0,007 dan (p >0,05) terdapat hubungan signifikan antara pola stress dengan infertilitas.
Copyrights © 2023