Sebagian kaum usia senja tidak mengalami kebahagiaan dalam hidupnya. Ketidakbahagiaan ini disebabkan karena perubahan pada aspek spiritual, fisik, psikologis dan sosial yang terjadi dalam hidupnya. Perubahan tersebut membuat kehidupan kaum usia senja menjadi pasif dan tidak produktif. Penelitian ini adalah penelitian teologis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara menjalani hidup bahagia di usia senja menurut teladan tokoh Simeon dan Hana yang terdapat dalam Injil Lukas 2: 21-40. Data penelitian ini diperoleh dari eksegesis Injil Lukas 2: 21-40 dan literatur kepustakaan. Penelitian ini menghasilkan temuan yaitu hidup di usia senja dapat dijalani dengan bahagia baik secara spiritual, psikologis, sosiologis dan fisiologis dengan mengimplementasi-kan teladan Simeon dan Hana.
Copyrights © 2024