Penelitian ini membahas prinsip-prinsip linguistik yang digunakan dalam menafsirkan Al-Qur'an, dengan menekankan pentingnya para penafsir (mufassir) untuk menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan, terutama linguistik Arab. Memahami bahasa Arab, termasuk tata bahasa dan kosakatanya, adalah hal yang penting untuk penafsiran Al-Qur'an yang akurat. Makalah ini menguraikan aturan linguistik utama seperti penggunaan kata ganti (isim dhamir), kata benda tertentu dan tidak tentu (ma'rifah dan nakirah), bentuk tunggal dan jamak (mufrod dan jama'), sinonim (murodif), serta perbedaan antara kata benda (isim) dan kata kerja (fi'il). Dengan menguasai prinsip-prinsip ini, para penafsir dapat memberikan penafsiran yang setia pada makna yang dimaksudkan dalam teks Al-Qur'an, sehingga menghindari kesalahan interpretasi dan menjaga integritas pesan Al-Qur'an.
Copyrights © 2024