Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan maskulinitas laki-laki melalui karakter Dom dalam film Jakarta vs Everybody. Perkembangan sosial laki-laki menghasilkan konsep maskulinitas. Gagasan tentang kejantanan memang sering dikaitkan dengan kekuatan dan agresivitas. film ini menceritakan kisah nyata seorang pemuda di Jakarta yang mencoba mencapai impiannya. Penelitian ini menggunakan analisis semiotik sebagai strategi penjelasan subjektif. Studi ini menggunakan analisis data semiotik Roland Barthes, yang terdiri dari tiga tingkat pemeriksaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasilnya menunjukkan bahwa karakter utama dalam film Jakarta vs Everybody, Dom, memiliki enam dari tujuh konsep kejantanan yang diungkapkan oleh Janet Saltzman Chafetz, meliputi: 1) Penampilan Fisik: kuat, maskulin, atletis, dan berani. 2) Fungsional: bertanggung jawab dan dapat memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. 3) Seksual: ketertarikan terhadap wanita. 5) Intelektual: penalaran yang berwawasan luas, logis, waras, dan obyektif. 6) Interpersonal: penuh perhatian, mempunyai jiwa inisiatif dan menguasai. 7) Karakter personal lainnya: ambisius.
Copyrights © 2024