AbstrakPenyakit HIV-AIDS adalah penyakit yang mematikan yang telah tersebar di seluruh dunia bahkan penyakit ini dapat menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini pada umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menyerang siapa saja dengan tidak pandang bulu. Tujuan penulis meneliti masalah ini dengan melihat perjuangan ibu-ibu rumah tangga yang terserang penyakit HIV/AIDS dari hasil berhubungan liar suaminya dengan menanggung stigma dari masyarakat dan traumatisnya bersama Yesus sebagai Tuhan yang penuh belas kasihan dengan menggunakan pendekatan metode dari sudut pandang baru yakni hermeneutik trauma. Metode ini hadir sebagai sebuah cara meluluhkan stigma sosial bagi korban yang mengalami trauma yang poinnya dalam tulisan ini adalah ibu-ibu rumah tangga penyintas HIV/AIDS yang hilang harapan dengan merasakan pertolongan Tuhan dalam melewati masa-masa traumatisnya bahwa Yesus mampu menerobos serta melawan stigma bersama penderita. Hal ini dipadanankan dengan kisah orang kusta dalam Lukas 5:12-16. Memperlihatkan bahwa orang kusta yang dianggap najis serta diasingkan diberikan respons yang berbeda oleh Yesus. Yesus menerima orang sakit kusta dengan menyentuh bahkan menyembuhkan mereka sehingga Yesus melampaui hambatan budaya dan agama yang mengikat saat itu. Hal yang sama terjadi juga pada penderita HIV/AIDS Yesus dengan belas kasihan-Nya bersama-sama merasakan dan ada dalam pemulihan trauma yang di alami ibu-ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS di Maluku, kota Ambon serta sanggup menyembuhkan penyakitnya. Kata kunci : Yesus, stigma, HIV/AIDS, ibu-ibu rumah tangga AbstractHIV-AIDS merupakan penyakit mematikan yang telah menyebar ke seluruh dunia, bahkan penyakit ini dapat menular. Penyakit atau virus ini umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Tujuan penulis meneliti masalah ini dengan melihat perjuangan para ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS akibat hubungan seksual ilegal yang dilakukan suaminya, menanggung stigma masyarakat dan trauma terhadap Yesus sebagai Tuhan yang pengasih, dengan menggunakan pendekatan metodis. pendekatan dari sudut pandang baru yaitu hermeneutika trauma. . Cara ini hadir sebagai salah satu cara untuk mencairkan stigma sosial terhadap korban yang mengalami trauma. Inti dari artikel ini adalah para ibu rumah tangga penyintas HIV/AIDS yang kehilangan harapan karena merasakan pertolongan Tuhan dalam melewati masa-masa traumatisnya, bahwa Yesus mampu menerobos dan melawan stigma bersama para penderita. . Hal ini dibandingkan dengan kisah penderita kusta dalam Lukas 5:12-16. Menunjukkan bahwa penderita kusta yang dianggap najis dan diasingkan diberikan respon berbeda oleh Yesus. Yesus bersedia menerima penderita kusta dengan menjamah bahkan menyembuhkan mereka sehingga Yesus melampaui hambatan budaya dan agama yang mengikat saat itu. Hal serupa juga terjadi pada penderita HIV/AIDS. Yesus dengan kemurahan-Nya hadir membantu menyembuhkan trauma yang dialami ibu-ibu rumah tangga di Maluku, Pulau Ambon yang terkena HIV/AIDS dan mampu menyembuhkan penyakitnya. Kata Kunci: Yesus, stigma, HIV/AIDS, ibu rumah tangga
Copyrights © 2024