Penggunaan dosimeter yang efektif, ekonomis, dan mudah diakses sangat penting untuk mengukur dosis radiasi secara akurat di berbagai bidang seperti kedokteran, industri, dan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi larutan pewarna makanan sebagai bahan dosimeter. Pewarna makanan, yang umumnya aman, murah, dan mudah diperoleh, menunjukkan perubahan warna yang signifikan saat terpapar radiasi gamma, yang dapat diukur secara kuantitatif. Hasil menunjukkan penurunan absorbansi yang signifikan pada panjang gelombang 485 nm seiring peningkatan dosis radiasi, dari 0,421 (tanpa iradiasi) menjadi 0,010 pada dosis tertinggi. Pewarna makanan menunjukkan sensitivitas yang baik sebagai dosimeter pada rentang dosis 0-3 kGy, meskipun pada dosis tinggi terdapat penyimpangan dari linearitas. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa larutan pewarna makanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai dosimeter sederhana dan murah, khususnya untuk aplikasi dalam rentang dosis rendah hingga menengah.
Copyrights © 2024