Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang berada pada urutan keempat tertinggi di dunia. Skrining menggunakan metode IVA menawarkan banyak manfaat bagi wanita, salah satunya sebagai deteksi dini kanker serviks, akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum paham tentang manfaatnya. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pemeriksaan IVA pada WUS di Puskesmas Telukjambe. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan di wilayah Puskesmas Telukjambe. Responden merupakan wanita usia subur (WUS) yang dipilih secara purposive sampling. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak pernah memanfaatkan pemeriksaan IVA (81,8%), sebagian besar responden memiliki pendidikan tinggi (65,0%), sebagian besar responden sudah memiliki pengetahuan baik (46,2%), akses informasi baik (60,1%), namun responden kurang mendapat dukungan petugas kesehatan (58,0%), dan sebagian besar menyatakan sudah mendapat dukungan suami (79,7%). Ada hubungan antara pendidikan (p value=0,037; OR=3,56; CI=1,15-11,01), akses informasi (p value=0,031; OR=3,36; CI=1,18-9,51) dan dukungan petugas kesehatan (p value=0,004; OR=4,01; CI=1,61-10,02) dengan pemanfaatan pemeriksaan IVA. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pemeriksaan IVA adalah pendidikan, akses informasi dan dukungan petugas kesehatan. Perlu adanya peningkatan penyebarluasan informasi dan peran petugas kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks. Kata kunci: Pemeriksaan IVA, Kanker Serviks, WUS
Copyrights © 2024