Penelitian ini melakukan pendataan kerusakan rumah akibat bencana gempa bumi yang terjadi di cianjur pada 21 November 2022 menunjukan dampak kerusakan bangunan yang signifikan karena gempa terjadi di kedalaman yang dangkal,. BNPB mengklasifikasikan kerusakan menjadi tiga tingkat, ringan, sedang, dan berat. Tantangan utama dalam pendataan termasuk ketidaksuaian data KK dan NIK serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang klasifikasi kerusakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian melibatkan BPBD kabupaten cianjur dan desa-desa seperti sukawangi dan ciputri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sistem pendataan dirancang dengan metode kanban yang meliputi tahapan rewuirement develop dan testing. Implementasi dilakukan menggunakan framework flutter dan integrasi firebase. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi pendataan ini efektif dalam mengumpulkan informasi akurat mengenai kerusakan rumah di tingkat desa serta meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi. Validasi data yang lebih menyeluruh dan pencegahan duplikasi diperlukan untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian data.
Copyrights © 2024