Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SD Bethany Christian School melalui program Kampus Mengajar yang memanfaatkan pendekatan komunikasi interpersonal dan metode kualitatif. Berdasarkan data PISA dan TIMSS, tingkat literasi dan numerasi siswa di Indonesia masih rendah, yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk intervensi pendidikan yang efektif. Program ini melibatkan mahasiswa sebagai pengajar yang mengimplementasikan aktivitas membaca selama 10 menit setiap pagi, sebelum pelajaran dimulai. Peneliti melakukan observasi dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi masalah rendahnya minat baca dan numerasi di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas perpustakaan yang ada cukup memadai, namun minat siswa untuk memanfaatkannya masih rendah. Dengan program 10 menit membaca setiap pagi, hubungan interpersonal antara guru dan siswa diperkuat melalui komunikasi dua arah yang dinamis. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, tetapi juga memperbaiki keterampilan komunikasi mereka. Saran untuk meningkatkan program ini termasuk diversifikasi materi bacaan, pelibatan orang tua, pemberian penghargaan, pelatihan guru, serta monitoring dan evaluasi berkala. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan minat baca dan numerasi siswa dapat lebih optimal, menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan bermakna.
Copyrights © 2024