Di Indonesia, gempa bumi sering terjadi karena interaksi plat tektonik. Energi seismik yang dicatat oleh seismograf diukur pada skala Richter (SR). Data dari BMKG dan BNPB selama semester pertama 2022 menunjukkan getaran energi seismik dari skala kecil hingga besar di sekitar Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode C4.5 untuk klasifikasi dampak gempa, mengolah data historis mengenai wilayah, magnitudo, kedalaman, dan tingkat kerusakan. Proses penelitian mencakup pengumpulan data, pra-pemrosesan, pemilihan model, pelatihan model, dan penilaian kinerja menggunakan akurasi, presisi, recall, dan skor F1. Dataset berisi 62 catatan gempa dari BMKG dan dampak kerusakan di Jawa dari BNPB. Model C4.5 mencapai akurasi 62% pada tuning 8:2, meskipun menghadapi tantangan seperti variasi kondisi geografis, struktur bangunan, dan jumlah kejadian dalam satu hari. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa gabungan data bencana dari www.bmkg.go.id dan kerusakan dari https://gis.bnpb.go.id/. Selain itu, model C4.5 dapat dilakukan untuk skala kerusakan rumah akibat gempa bumi. Penelitian ini menghasilkan model prediksi yang akurat untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan, memberikan wawasan praktis untuk mitigasi bencana, dan mendukung pemerintah serta lembaga penanggulangan bencana dalam meningkatkan sistem peringatan dini dan distribusi bantuan.
Copyrights © 2024