MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Vol 40, No 1 (2016)

REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALIHAN NA TOLU MASYARAKAT MUSLIM MANDAILING DALAM MENJAGA HARMONISASI LINGKUNGAN HIDUP

Lelya Hilda (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan IAIN Padangsidimpuan)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2016

Abstract

Abstrak: Kearifan lokal dalihan na tolu pada masyarakat Mandailing terancam terdegradasi oleh pengaruh globalisasi. Nilai-nilai kearifan lokal  memiliki makna yang dalam, baik dari segi adat maupun agama, sehingga perlu dilestarikan untuk menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal dalihan na tolu dalam masyarakat Mandailing dan cara mempertahankannya dalam menjaga keharmonisan lingkungan hidup. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Keharmonisan lingkungan hidup masyarakat Mandailing dengan kearifan lokal dalihan na tolu yang melindungi lingkungan, seperti marsialapari, harangan rarangan, lubuk larangan dan bahasa daun harus dijaga kelestariannya. Kearifan lokal ini perlu disosialisasikan pada generasi penerus dengan mempelajarinya mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi sehingga tetap terjaga kelestariannya. Penanaman nilai-nilai agama merupakan faktor utama dalam mempertahankan kearifan lokal dalihan na tolu. Abstract: Local Wisdom Dalihan Na Tolu of Muslim Mandailing Community in Preserving Environment Harmony. Local wisdom Dalihan Na Tolu on Muslim Mandailing community relegation due to the influence of globalization. The values of local wisdom inherited conveys  meaning in terms of both traditional and religious, so it needs to be preserved to create a society that cares about the environment. This paper aims to determine the Local Wisdom dalihan na tolu in Mandailaing Community and how to maintain dalihan na tolu in maintaining the harmony of the environment. Data were collected through interviews and observation. Mandailing community environmental harmony with local wisdom dalihan na tolu with protecting the environment should be preserved as marsialapari, harangan rarangan, lubuk larangan and bahasa daun. So it is necessary to socialize the next generation Mandailing community and revive local wisdom by learning start elementary to college level so that maintained continuity. Planting of religious values is one of the main factors in maintaining local wisdom dalihan na tolu. Kata Kunci: kearifan lokal, Muslim Mandailing, dalihan na tolu, lingkungan

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

MIQOT

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities

Description

MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman is a peer reviewed academic journal, established in 1976 as part of the State Islamic University of North Sumatra Medan (see: video), dedicated to the publication of scholarly articles in various branches of Islamic Studies, by which exchanges of ideas as research ...