Penyakit kulit dapat disebabkan oleh infeksi maupun non-infeksi. Faktor lingkungan dan sanitasi serta kebersihan yang tidak memadai seringkali menjadi penyebab terjadinya penyakit kulit di Indonesia. Studi epidemiologi terkait penyakit kulit di Indonesia masih sangat jarang, termasuk di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit kulit infeksi dan non-infeksi pada pasien yang mengunjungi Poliklinik Kulit dan Kelamin di RSUD Jagakarsa selama periode Februari 2023 hingga Januari 2024. Penelitian ini menggunakan studi retrospektif deskriptif yang dilakukan pada data rekam medis pasien yang berkunjung dari Februari 2023 - Januari 2024. Data yang dikumpulkan mencakup profil klinis pasien dan diagnosis. Total 1066 kasus penyakit kulit teridentifikasi, dengan penyakit non-infeksi mendominasi (62,2%). Di antara penyakit non-infeksi, dermatitis (34,4%) dan liken simpleks kronis (10,5%) adalah yang paling umum. Penyakit kulit infeksi menyumbang 39,59% kasus, dengan infeksi jamur (47,63%) dan infeksi parasit (26,54%) sebagai penyebab utama. Kesimpulan penelitian ini adalah penyakit kulit non-infeksi terbanyak adalah dermatitis, sementara penyakit kulit infeksi terbanyak adalah infeksi jamur (tinea corporis) dan parasit (skabies).
Copyrights © 2024