Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal terapis dengan anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Simbolik G. Herbert Mead dalam Ahmadi D (2008). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini ada tiga informan terapis untuk diwawancarai dan tiga sampel anak berkebutuhan khusus dengan berbagai jenis gangguan untuk diobservasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan terapis pada anak berkebutuhan khusus adalah pola komunikasi primer, sekunder dan sirkular. Pola komunikasi primer oleh terapis dengan anak berkebutuhan khusus adalah komunikasi verbal dan nonverbal. Pola komunikasi sekunder memanfaatkan media-media berupa visual untuk meningkatkan pemahaman bahasa dan berbicaranya seperti kartu gambar, puzzle, miniatur, bola, dan lain-lain. Sementara pola komunikasi sirkular terapis dengan anak berkebutuhan khusus akan terjadi respon atau feedback dalam proses terapi.
Copyrights © 2023