Meningkatnya jumlah pengguna smartphone membuat internet semakin banyak dieksplorasi oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun karena masih adanya gangguan dalam mengakses internet yang disebabkan oleh buruknya kualitas jaringan, masyarakat merasa kurang menikmati internet. Oleh karena itu, metode drive test merupakan metode yang sangat dibutuhkan oleh para teknisi jaringan untuk meningkatkan kualitas sinyal pada area yang masih sering terkendala jaringan. Untuk saat ini metode drive test terbagi menjadi dua yaitu tes mobilitas dan tes stasioner yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Tes mobilitas sendiri merupakan salah satu metode untuk mengukur kekuatan sinyal di suatu wilayah, sedangkan uji stasioner merupakan metode untuk mengukur kecepatan internet di suatu wilayah. Dalam pengukuran tersebut menggunakan parameter jaringan 2G (RXLEV), 3G (RSCP), 4G (RSRP). Penelitian uji mobilitas ini sendiri menggunakan software G-Nettrack dan software lainnya untuk membantu menemukan BTS di suatu daerah untuk memudahkan penelitian. Sedangkan cara uji stasionernya sendiri menggunakan software Speed Test yaitu memberikan kecepatan internet seperti download dan upload.
Copyrights © 2024