Konsep ‘kota untuk semua’ dalam Agenda Baru Perkotaan, menekankan keterlibatan seluruh aktor terkait sebagai langkah penting untuk mencapai tujuan perkotaan, atau pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana “rasa” / sense dalam rencana pembangunan Kota Lama Banyumas. Analisis dilakukan berdasarkan teori Kevin Lynch dalam bukunya Good City Form (1981). Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan data empiris dengan metode wawancara dan historical research melalui observasi terhadap bentuk fisik dan aktivitas di Kota Lama Banyumas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perencanaan terkait pembangunan infrastruktur dengan tujuan menyediakan ruang publik di Kota Lama dimanfaatkan secara efektif untuk membangun dinamika pembangunan Kota Lama Banyumas sebagai tempat wisata sejarah. Melalui keterlibatan masyarakat, pelaku UMKM, dan pelestari budayA
Copyrights © 2024