Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
Vol 16, No 1 (2017): Maret

PENGARUH PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET OKULASI (Hevea brasiliensis Muell.Arg) KLON PB 260

dan Hery Sutejo, Agus Selwina (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Mar 2017

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing dan pupuk NPK Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit karet okulasi,dan untuk mengetahui dosis pupuk yang tepat untuk memperoleh pertumbuhan bibit karet okulasi yang baik.Penelitian  dilaksanakan pada bulan Pebruari 2015 sampai dengan bulan Mei 2015, di Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam faktorial 4 x 4, dan ulangan sebanyak 3 kali, yang terdiri 2 faktor penelitian.  Faktor I adalah Pupuk Kandang Kambing (K), terdiri atas 4 taraf, yaitu: tanpa pupuk kandang kambing atau kontrol (k0), dosis pupuk kandang kambing 5 ton/ha atau setara dengan 5 g/polibag (k1), 10 ton/ha setara 10 g/polibag (k2), dan 15 ton/ha setara 15 g/polibag (k3).  Faktor II adalah Pupuk NPK Phonska (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu: tanpa pupuk NPK Phonska atau kontrol(p0), dosis pupuk NPK Phonska 2,5  g/polibag (p1), 5 g/polibag (p2), dan 7,5 g/polibag (p3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kambing (K) berbeda sangat nyata terhadap tinggi bibit karet umur 2, 3 dan 4 bulan setelah okulasi, jumlah daun umur 3 dan 4 bulan setelah okulasi dan diameter bibit umur 4 bulan setelah okulasi.  Berbeda nyata pada jumlah daun umur 2 bulan setelah okulasi dan diameter bibit umur 3 bulan setelah okulasi. Berbeda tidak nyata terhadap diameter bibit umur 2 bulan setelah okulasi.Perlakuan pupuk NPK Phonska (P) berbeda sangat nyata terhadap perlakuan tinggi bibit umur 3 dan 4 bulan setelah okulasi, jumlah daun umur 4 bulan serta diameter bibit umur 3 dan 4 bulan setelah okulasi.  Berbeda nyata terhadap tinggi bibit umur 2 bulan setelah okulasi, jumlah daun umur 2 dan 3 bulan setelah okulasi  serta diameter bibit umur 2 bulan setelah okulasi.Interaksi perlakuan (KxP) berbeda nyata terhadap tinggi bibit umur 3 dan 4 bulan setelah okulasi.  Berbeda tidak nyata terhadap tinggi bibit umur 2 bulan setelah okulasi, jumlah daun umur 2, 3 dan 4 bulan setelah okulasi serta diameter bibit umur 2, 3 dan 4 bulan setelah okulasi.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

AG

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant ...