Penelitian ini mengkaji pengaruh kebijakan ekonomi hijau terhadap inovasi bisnis berkelanjutan di sektor manufaktur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini menganalisis bagaimana berbagai jenis kebijakan ekonomi hijau mempengaruhi strategi inovasi perusahaan manufaktur, mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat adopsi praktik bisnis berkelanjutan, dan mengevaluasi efektivitas kebijakan dalam mendorong inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang menggabungkan regulasi dengan insentif ekonomi paling efektif dalam merangsang inovasi berkelanjutan. Perusahaan merespons dengan meningkatkan investasi dalam teknologi bersih, mengadopsi pendekatan eco-design, dan bahkan mengubah model bisnis mereka, efektivitas kebijakan bervariasi tergantung pada ukuran perusahaan, dengan UKM menghadapi tantangan lebih besar dalam adaptasi. Penelitian ini juga mengungkapkan peran penting teknologi digital dalam mempercepat inovasi berkelanjutan, meskipun menimbulkan kekhawatiran tentang kesenjangan digital. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi risiko kebocoran karbon dan kebutuhan akan koordinasi kebijakan internasional. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun kebijakan ekonomi hijau memiliki potensi signifikan untuk mendorong transformasi sektor manufaktur menuju praktik yang lebih berkelanjutan, implementasinya memerlukan pendekatan yang hati-hati dan disesuaikan dengan konteks spesifik. Rekomendasi meliputi pengembangan program dukungan khusus untuk UKM, peningkatan kerjasama internasional, dan investasi dalam pendidikan dan infrastruktur untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Copyrights © 2024