Pengaturan sitem tanam merupakan salah satu bentuk intensifikasi budidaya yang paling mudah dilakukan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung semi. Penelitian bertujuan mengetahui perubahan karakter morfologi, fisiologi dan hasil tanaman jagung semi pada tiga sistem tanam yang berbeda. Penelitian menggunakan pola dasar Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas tiga perlakuan dengan sembilan ulangan. Perlakuan berupa bentuk sistem tanam yang terdiri atas tiga taraf yaitu: S1 (sistem tanam baris tunggal) ; S2 (sistem tanam jajar legowo 2:1); S3 (sistem tanam jajar legowo 3 : 1). Data pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem tanam belum mengubah karakter morfologi batang dan daun jagung semi kecuali sudut daun tengah dan bawah tetapi telah mengubah kadar klorofil dan kerapatan stomata daun sebagai indikator fisiologi. Perbedaan sistem tanam tidak mempengaruhi berat segar tongkol semi per tanaman tetapi berpengaruh pada berat segar tongkol semi per petak dan sistem tanam jajar legowo 2:1 menghasilkan berat segar tongkol semi per petak paling tinggi.
Copyrights © 2024