Mentimun (Cucumis sativus) adalah salah satu komoditas yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia dapat berdampak buruk kepada lingkungan dan juga manusia. Pupuk organik urin kelinci memiliki kandungan N,P,K yang tinggi yang mana dapat membantu meningkatkan kualitas tanaman. Pertumbuhan tanaman dapat dibantu dengan berbagai cara salah satunya adalah penggunaan PGPR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksii antara dosis urin kelinci dan konsentrasi PGPR pada tanaman mentimun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perbedaan dosis pupuk organik cair urin kelinci dan faktor kedua adalah perbedaan konsentrasi PGPR. Hasil menunjukkan adanya interaksi nyata antara perlakuan dosis POC urin kelinci dengan penambahan konsentrasi PGPR. Interaksi ini terjadi pada peubah pengamatan panjang tanaman pada umur 3 minggu setelah tanam; total jumlah bunga; jumlah buah; jumlah buah per 2m2;bobot buah total;bobot buah per 2m2; bobot buah per hektar; panjang buah; dan diameter buah. Pengaplikasian POC urin kelinci 500 L/ha dan konsentrasi PGPR 5 mL/L pada bobot buah per tanaman.
Copyrights © 2024