Generator sinkron merupakan mesin listrik yang menghasilkan tegangan dan arus bolak”“balik (AC) yang bekerja dengan mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik dengan adanya induksi medan magnet. Salah satu permasalahan dalam pengoperasian generator yakni ketika beban jaringan meningkat, sedangkan beban pembangkitan tetap. Sehingga generator akan bekerja lebih berat dan dapat menyebabkan kenaikan temperatur pada lilitan stator dan rotor (Winding Temperature Generator). Pemanasan berlebih ini nantinya dapat menyebabkan rugi daya pada lilitan stator dan rotor. Rugi daya stator dan rotor generator dihitung dengan persamaan matematis berdasarkan data operasional generator sinkron pada pembangkit listrik tenaga panas bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi beban yang dibangkitkan maka arus generator dan arus eksitasi juga semakin meningkat. Kenaikan beban yang dibangkitkan juga menyebabkan rugi daya stator dan rotor meningkat. Saat beban terendah (6,91 MW) rugi daya stator sebesar 1,36 kW dan rugi daya rotornya sebesar 24,13 kW. Sedangkan ketika beban tertinggi (41,54 MW) rugi daya stator sebesar 28,39 kW dan rugi daya rotornya sebesar 45,29 kW. Panas berlebih yang terjadi pada lilitan stator dan rotor dapat menyebabkan kerusakan pada generator, sehingga perlu penjagaan temperatur pada lilitan stator dan rotor. Kata kunci: beban; rugi daya; stator; rotor; generator sinkron.
Copyrights © 2024