Penelitian ini membahas hubungan antara proses berpikir manusia dengan filsafat serta peran berpikir kritis dalam kehidupan. Melalui metode studi kepustakaan, delapan artikel jurnal dan dua e-book dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mengumpulkan data yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir merupakan aktivitas esensial yang terus dilakukan sepanjang hidup manusia, dan proses ini menjadi fokus utama dalam kajian filsafat. Filsafat dan berpikir tidak dapat dipisahkan karena filsafat memberikan kerangka berpikir yang mendalam, sistematis, dan rasional. Berpikir kritis, sebagai bagian dari proses filsafat, membantu manusia dalam memilah informasi, mencari kebenaran, dan menemukan solusi bagi berbagai permasalahan hidup. Berpikir kritis juga mendorong kedisiplinan dalam refleksi dan pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. Selain itu, filsafat berperan dalam mengarahkan manusia untuk mempertanyakan asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan, sehingga mampu mencapai pemahaman yang lebih komprehensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis sejak dini sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, filsafat memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir manusia dan meningkatkan kualitas hidup melalui refleksi kritis yang konsisten.
Copyrights © 2024