Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dan toleransi beragama di Indonesia, sebuah negara dengan keragaman agama yang tinggi. Kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan untuk mengendalikan emosi, berkomunikasi secara efektif, dan memahami emosi orang lain, dianggap sebagai faktor penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretasi dan deskripsi untuk menganalisis data yang dikumpulkan dari berbagai laporan dan wawancara mendalam. Temuan utama menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih toleran terhadap perbedaan agama, mampu mengelola konflik, dan berperan aktif dalam mempromosikan kedamaian sosial. Analisis ini juga menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak hanya mempengaruhi toleransi beragama, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan sosial, pendidikan, dan nilai-nilai agama. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, keterbatasan dalam ukuran sampel dan pengaruh budaya terhadap pengukuran kecerdasan emosional perlu dipertimbangkan. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih beragam dianjurkan untuk memperkuat temuan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional adalah strategi penting dalam mempromosikan toleransi beragama, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada stabilitas sosial dan perdamaian di Indonesia.
Copyrights © 2024