Penelitian ini menyediakan tinjauan sistematik dari studi sebelumnya tentang potensi risiko Sinar biru yang dipancarkan oleh smartphone pada mata dan otak anak-anak. Berbagai basis data online dicari, dan data yang terkumpul dianalisis untuk relevansi dan kualitas metodologis. Pendekatan analisis risiko yang diidentifikasi kemudian dibandingkan dan dievaluasi untuk menentukan pendekatan yang paling efektif untuk menyelidiki bahaya Sinar biru pada mata dan otak anak-anak, yang direkomendasikan untuk studi di masa depan. Empat laporan penelitian dianalisis untuk mengidentifikasi potensi risiko Sinar biru pada mata dan otak anak-anak. Hasilnya menunjukkan bahwa menggunakan pelindung layar dengan koefisien attenuasi yang tinggi, terutama pelindung layar anti-spy, direkomendasikan untuk melindungi mata anak-anak dari Sinar biru yang dipancarkan oleh smartphone. Fitur perlindungan mata pada smartphone juga terbukti secara signifikan mengurangi kelelahan mata sebesar 67,81% dan meningkatkan waktu penggunaan sebesar 56,30%. Namun, penggunaan fitur filter Sinar biru pada smartphone tidak menunjukkan penurunan signifikan dalam keparahan sindrom mata kering setelah lebih dari empat jam penggunaan harian. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berhubungan dengan penurunan kinerja akademik dan peningkatan tingkat stres dan kecemasan. Oleh karena itu, membatasi penggunaan smartphone sangat penting untuk meningkatkan kinerja akademik dan kesehatan mental anak-anak. Kesimpulannya, Sinar biru yang dipancarkan oleh layar smartphone dapat berbahaya bagi mata dan otak anak-anak. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan pelindung layar dengan koefisien attenuasi yang tinggi, mengaktifkan fitur perlindungan mata, dan membatasi penggunaan smartphone agar dapat melindungi mata anak-anak dan meningkatkan kinerja akademik serta kesehatan mental mereka.
Copyrights © 2024