Indonesia, yang terletak di wilayah Lingkaran Api Pasifik, merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia. Permasalahan yang dihadapi dari dampak gempa bumi mencakup kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, dan korban jiwa, menekankan pentingnya identifikasi dan analisis kawasan rawan gempa untuk mitigasi dan kesiapsiagaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kawasan rawan gempa bumi di tiga daerah berisiko tinggi, yaitu Aceh, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Tengah, menggunakan data spasial berbentuk shapefile (SHP) pada perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) QGIS. Analisis ini menggunakan metode polygon pada QGIS untuk mengklasifikasikan daerah potensi rawan gempa bumi menjadi tiga tingkatan: menengah, tinggi, dan rendah, berdasarkan sejarah aktivitas gempa, kondisi geologi, dan kerentanan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing wilayah memiliki zona dengan tingkat potensi rawan gempa bumi yang berbeda, dipengaruhi oleh karakteristik geologis dan topografi. Penelitian ini memberikan gambaran jelas tentang distribusi spasial kawasan rawan gempa bumi di Aceh, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Tengah. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang lebih efektif
Copyrights © 2024