Perkembangan teknologi, terutama dengan munculnya Revolusi Industri keempat yang didorong oleh teknologi digital, kecerdasan buatan, dan konektivitas internet, telah mengubah paradigma kehidupan manusia secara fundamental. Transformasi ini menjadikan website sebagai pusat interaksi, perdagangan, dan kolaborasi online, bukan hanya sumber informasi statis. Namun, tantangan serius terhadap lingkungan hidup, seperti deforestasi dan polusi udara, mengancam kesejahteraan manusia. Provinsi Lampung menghadapi kualitas udara yang buruk, yang berdampak negatif pada kesehatan masyarakat. Solusi teknologi diperlukan untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam program penghijauan dan pemulihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi berbasis website untuk mempercepat penghijauan dan pemulihan lingkungan serta menciptakan keseimbangan ekosistem. Metode penelitian mengadaptasi model pengembangan Waterfall dan menggunakan formula IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) untuk menghitung jejak emisi karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi website ini efektif dalam memetakan lokasi penghijauan potensial, mengukur dampak karbon individu dan kolektif melalui Kalkulator Jejak Karbon, serta memungkinkan pelaporan lokasi yang membutuhkan tindakan penghijauan. Implementasi teknologi ini diharapkan menciptakan sinergi antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga dan memulihkan ekosistem.
Copyrights © 2024