Indonesia sebagai salah satu negara yang menghasilkan limbah sabut kelapa dan serbuk kayu berlimpah. Kedua bahan ini potensial untuk diolah menjadi briket arang dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini memanfaatkan peluang besar dengan melakukan pengolahan limbah, yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kelayakan didirikannya pabrik pembuatan briket sabut kelapa dan serbuk gergaji kayu pada kapasitas produksi yang besar. Beberapa aspek penting yang perlu diamati untuk analisis kelayakan pabrik berupa: profit penjualan, ROI (Rate Of Return), POT (Pay Out Time), BEP (Break Even Point), SDP (Shut Down Point), IRR (Internal Rate Of Return), dan beberapa aspek pendukung lainnya. Hasil dari perhitungan didapatkan harga jual pokok produk Rp. 4.000 per kotak berisi 8 biji briket dengan berat keseluruhan kurang lebih 1 kg, Profit yang didapatkan (bersih) sebesar Rp. 18.619.547.663 per tahun, hasil perhitungan ROI sebelum dikenakan pajak sebesar 48% dan ROI setelah perhitungan pajak didapatkan sebesar 25,64%, hasil perhitungan POT sebelum dikenakan pajak dihasilkan selama 2,4 tahun dan POT setelah dikenakan pajak dihasilkan selama 2,8 tahun, persentase BEP sebesar 37,7%, SDP 32,15% dan IRR sebesar 63%. Berdasarkan data perhitungan analisis ekonomi hasil perhitungan nilai ROI dan nilai IRR melebihi ilai suku bunga pinjaman sebesar (12%) maka pabrik memenuhi syarat pendirian dan dikatakan layak untuk didirikan.
Copyrights © 2024