Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai praktik discretionary accruals pada pemerintah daerah di Indonesia serta pengaruh faktor politik terhadap praktik tersebut. Analisis dilakukan menggunakan model random effects (REM) dengan perangkat lunak Eviews 10, dan discretionary accruals diestimasi sebagai proksi manajemen laba melalui Modified Jones Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala daerah petahana memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap discretionary accruals, sedangkan tahun Pilkada tidak memiliki pengaruh. Dengan demikian, discretionary accruals cenderung lebih tinggi pada daerah yang dipimpin oleh kepala daerah petahana, sementara tahun Pilkada tidak memengaruhi perubahan discretionary accruals.
Copyrights © 2024