Status anak-anak daripada ahli waris yang telah meninggal sebelum pewaris telah diakui oleh pasal 185 ayat 1 dan 2 Kompilasi Hukum Islam setelah ditunjuk menggantikan orang tuanya sebagai akibat dari pencantuman ide ahli waris pengganti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis eksistensi dan dan kesesuaian praktik ahli waris pengganti di desa Batubellah Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep dalam perspektif KHI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empris, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun sumber data primer merujuk pada hasil penelitian lapangan dengan teknik wawancara dan observasi, dan sumber data sekunder berasal dari literatur yang berkaitan dengan ahli waris pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Batubellah Timur memiliki kebiasaan memberikan bagian ahli waris yang meninggal kepada keturunannya dengan besaran yang seharusnya diterima orang tuanya, adapun dalam salah satu kasus kewarisan, besaran bagian harta waris terhitung tidak seimbang antara ahli waris langsung dan ahli waris pengganti. Hal ini membuktikan bahwa praktik ahli waris pengganti masyarakat Desa Batubellah Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep secara aturan umum yang ada dimasyarakat telah sesuai dan sama dengan aturan yang ada dalam KHI, akan tetapi dalam praktik warga secara mandiri, ditemukan ketidaksesuaian perspektif KHI berkaitan dengan besaran harta waris.
Copyrights © 2024