Masifnya perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi pola interaksi dalam sebuah keluarga. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi khususnya media sosial sangat mendukung berbagai aspek, yaitu akses informasi yang cepat, banyaknya laman edukasi, dan dapat meningkatkan komunikasi bagi keluarga modern, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbatasnya interaksi antar anggota keluarga. Faktor tersebut antara lain banyaknya kegiatan di luar rumah seperti anak yang kuliah di luar kota, suami istri yang berkarier, atau suami yang bekerja di luar daerah. Sarana komunikasi dikembangkan untuk menciptakan interaksi dan kondisi keluarga yang komunikatif. Kajian tentang sistem interaksi antar anggota keluarga untuk menciptakan ketahanan keluarga menjadi pokok bahasan dalam artikel ini. Pendekatan kualitatif fenomenologi merupakan metode untuk menjelaskan dan menganalisis pembahasan tersebut. Melalui kajian teori psikologi keluarga, sebuah keluarga harus memiliki hubungan interaksi yang aktif agar terjalin kedekatan emosional antar anggota keluarga. Tidak hanya dalam psikologi keluarga, nilai-nilai yang terkandung dalam maqashid syariat yang dikemukakan para ulama menjadi pandangan hukum Islam untuk menciptakan ketahanan keluarga menurut hukum Islam. Maka simpulannya, interaksi antar anggota keluarga harus terjalin secara masif agar tercipta keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Copyrights © 2024