Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang memiliki tingkat kematian tertinggi dan berpengaruh terhadap kehidupan dan produktifitas manusia. Menurut data WHO tahun 2019 menunjukkan sekitar 1,13 juta orang di dunia yang mengidap hipertensi dan paling banyak dialami oleh negara-negara yang berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien dan mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional, berlokasiFasilitas Tingkat Pertama dengan besar sampel 70 orang (purposive sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuisioner. Hasil: Menunjukkan mayoritas responden dalam kepatuhan minum obat sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari 70 responden, 50% responden dengan jumlah 35 pasien menunjukkan kepatuhan sedang, 22 pasien kategori tinggi dan 13 pasien menunjukkan kapatuhan minum obat dengan kategori rendah. Hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,001 < 0,05 yang berarti Ho ditolak, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Nilai korelasi sebesar 0,756 yang artinya tingkat korelasi kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan nilai tekanan darah pada pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Didapatkan hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,001 < 0,05 dan nilai korelasi sebesar 0,756 menunjukkan dua variabel kuat.
Copyrights © 2024