Latar belakang: Kejadian diare pada pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja tahun 2021 tercatat sebanyak 14,4% dan meningkat pada tahun 2022 menjadi 24,4% dari jumlah total seluruh warga binaan yaitu 914 orang. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain cross – sectional dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu analisis univariat, analisis bivariat berdasarkan uji chisquare, dan analisis multivariat berdasarkan uji regresi logistic berganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada warga binaan dengan cuci tangan pakai sabun (p=0,006), kebiasaan memotong kuku (p=0,032), kondisi jamban (p=0,030), kebersihan lantai (p=0,016), kepadatan hunian (p=0,043) dan tidak menunjukkan adanya hubungan antara hubungan antara kejadian diare pada warga binaan dengan pembuangan sampah (p=1,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling signifikan terhadap kejadian diare ialah kebiasaan memotong kuku (PR 2,807 , Cl=1,270 – 6,203) setelah di kontrol oleh variabel confounding. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada warga binaan dengan cuci tangan pakai sabun, kebiasaan memotong kuku, kondisi jamban, kebersihan lantai dan kepadatan hunian, dengan kejadian diare serta variabel kebiasaan memotong kuku menjadi variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja.
Copyrights © 2024