Pemanfaatan energi terbarukan sangat diperlukan untuk menghasilkan listrik dari sumber daya alam. Salah satu cara adalah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang memanfaatkan angin dan sinar matahari. Penelitian ini mendesain blade turbin angin dengan Airfoil NACA 4212, terdiri dari 3 sudu tipe horizontal pada aplikasi QBlade. Parameter awal menunjukkan daya 55 Watt pada kecepatan angin maksimal 6 m/s. Blade dibuat dari resin, serat WR 600, cluth, mate, dan WR 200, menghasilkan blade sepanjang 69 cm dengan berat 460 gram yang berputar pada kecepatan angin minimal 3,7 m/s. Analisis panel surya dilakukan pada dua tipe, monocrystalline 30 WP dan polycrystalline 30 WP merk INSCOM. Pengujian selama 3 hari menunjukkan daya rata-rata tertinggi 54,41 Watt dan efisiensi 29,3% untuk monocrystalline, serta 55,17 Watt dan efisiensi 29,6% untuk polycrystalline. Hasil ini menunjukkan bahwa panel surya polycrystalline lebih unggul dalam menghasilkan listrik. Desain blade turbin angin 3 sudu tipe horizontal dapat digabungkan dengan panel surya polycrystalline sebagai dasar perancangan PLTH.
Copyrights © 2024