Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara merupakan jenis pembangkit yang memanfaatkan energi kinetik dari uap panas dalam bumi untuk diubah menjadi energi mekanik oleh turbin dan diubah menjadi energi listrik oleh generator. Pada tahun 2024 turbin PLTU batubara dengan kapasitas 600 MW dilakukan pengecekan pada turbin LP-2 dan ditemukan crack pada 11 blade L-1 yang telah beroperasi selama lebih kurang 27 tahun. Retak pada blade diduga akibat fatigue yang diakibatkan beban dinamis yang diterima oleh blade. Tujuan penelitian ini untuk menentukan sisa umur pakai blade pada kondisi normal, startup dan shutdown, serta blade yang telah mengalami crack. Untuk mengetahui sisa umur pakai blade yang mengalami crack dilakukan simulasi dengan menggunakan metode Finite Element Analisys. Hasil simulasi menunjukkan (1) Sisa umur pakai dari 11 blade yang dianalisa memiliki nilai 0, yang berarti tidak dapat digunakan karena sudah memasuki zona fracture. (2) Turbin tidak bisa dioperasikan dalam kondisi blade yang mengalami retak. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan (1) Pada saat simulasi dilakukan perlu perangkat yang memadai untuk mencegah terjadinya eror pada saat simulasi sedang berlangsung. (2) Dilakukan pemeriksaan dan pendukung lainnya di laboratorium untuk memvalidasi hasil simulasi yang telah dilakukan.
Copyrights © 2024