Informasi tentang fasilitas pendidikan sering kali tersebar dan tidak terintegrasi dengan baik. Webmap interaktif dapat menjadi solusi untuk masalah ini, membantu pemerintah dan lembaga terkait dalam merencanakan pembangunan atau peningkatan fasilitas secara merata. Sistem informasi geospasial yang akurat dan mudah diakses penting untuk berbagai keputusan, termasuk di bidang pendidikan. Webmap memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan mengeksplorasi informasi geospasial. Penelitian ini berfokus pada sarana pendidikan di Kota Denpasar, menggunakan plugin QGIS2Web pada perangkat lunak QGIS untuk mengembangkan webmap tersebut. Tiga webmap dibuat menggunakan library Leaflet, OpenLayers, dan MapBox, lalu dibandingkan dari segi perbedaan, kelebihan, kekurangan, visualisasi, dan fitur yang dihasilkan. Data mencakup 337 titik sarana pendidikan dengan atribut KATEGORI, NAMA_OBYEK, LINTANG, dan BUJUR. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review, Data Collection, Pengembangan Webmap, Pengujian dan Analisis Webmap, serta Analisis Data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa ketiga webmap memiliki tampilan yang mirip namun berbeda pada widget antarmuka. Plugin QGIS2Web mampu menghasilkan webmap dengan fitur zoom, geolokasi, pengukuran jarak, kolom pencarian, reset, dan popup. Namun, kekurangannya terletak pada ketiadaan halaman web, sehingga memerlukan program lain untuk publikasi webmap di internet.
Copyrights © 2024