Jurnal Hortikultura
Vol 23, No 1 (2013): Maret 2013

Penetapan Ambang Pengendalian Spodoptera exigua pada Tanaman Bawang Merah Menggunakan Feromonoid Seks

moekasan, Tonny Koestoni (Balai penelitian tanaman hias)
Setiawati, Wiwin (Balai penelitian tanaman sayuran)
Hasan, F (Balai proteksi tanaman pangan dan hortikultur)
Runa, R (Balai proteksi tanaman pangan dan hortikultura)
Somantri, Aang (Balai penelitian tanaman sayuran)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2013

Abstract

Salah satu upaya untuk menekan penggunaan insektisida yang intensif untuk mengendalikan hama Spodoptera exigua pada budidaya bawang merah ialah menerapkan ambang pengendalian. Ambang pengendalian S. exigua dapat diterapkan berdasarkan populasi kelompok telur, kerusakan tanaman, atau berdasarkan populasi ngengat yang tertangkap menggunakan feromonoid seks. Penelitian penetapan ambang pengendalian berdasarkan populasi ngengat S.exigua yang tertangkap menggunakan feromonoid seks dilaksanakan di Desa Lakawan, Kecamatan Anggeraja (± 530 m dpl.), Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Bulan Februari sampai dengan Agustus 2012. Sembilan macam perlakuan diuji pada percobaan ini, yaitu  (A) > 0 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/hari, (B)  ≥ 5 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/hari, (C) ≥ 10 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/ hari, (D) ≥ 15 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/ hari, (E) ≥ 20 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/ hari, (F) 0,1 kelompok telur/tanaman contoh, (G) Kerusakan tanaman 5%, (H) disemprot insektisida secara rutin dua kali/minggu, dan (I) kontrol (tidak disemprot dengan insektisida). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Feromonoid seks yang digunakan ialah Feromon Exi yang diproduksi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penerapan ambang pengendalian berdasarkan hasil tangkapan populasi ngengat S.exigua menggunakan Feromon Exi sebanyak ≥ 10 ekor/perangkap/hari penggunaan insektisida  dapat  dikurangi  sebesar  35,71%  dengan hasil  panen sebesar 13,46 t/ha, yang setara dengan hasil panen pada perlakuan menggunakan insektisida dua kali/minggu. Dengan demikian ambang pengendalian tersebut secara ekonomi layak untuk diadopsi karena dapat meningkatkan pendapatan bersih dan mengurangi biaya jika dibandingkan dengan pengendalian menggunakan insektisida dua kali/minggu.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

JHORT

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, ...