Perancangan tata letak fasilitas produksi merupakan elemen penting dalam meningkatkan efisiensi dan memastikan kelancaran operasional pada industri makanan, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan pada startup UMKM "Ceripik" yang bergerak dalam produksi keripik berbasis sayuran, dengan tujuan merancang tata letak fasilitas yang efektif sesuai dengan standar keselamatan kerja, kebersihan, dan peraturan lingkungan yang berlaku di Indonesia. Proses perancangan melibatkan analisis permintaan pasar selama 12 bulan sebagai dasar peramalan kebutuhan produksi dalam 5 tahun ke depan, serta penentuan kebutuhan ruang dan alat produksi. Dalam desain tata letak, tujuh area produksi utama diidentifikasi, yaitu area pencucian, pemotongan, pengeringan, pemasakan, pencampuran bumbu, pengemasan, dan penyimpanan. Tata letak juga mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan pekerja, serta efisiensi dalam alur produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas area yang dibutuhkan untuk fasilitas produksi ini adalah 56 m². Perencanaan tata letak yang baik ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas produk, serta memenuhi peraturan dan standar yang berlaku.
Copyrights © 2024