Abstrak Kerukunan dalam masyarakat multikultural adalah satu hal yang harus terjaga. Ditemukan adanya penanaman kerukunan di tengah masyarakat multiagama dan Etnis melalui nilai-nilai tasawuf di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tokohnya adalah seorang Mursyid Tarekat yaitu Tuan Guru Batak, melalui Rumah Sufi dan Peradaban Pondok Pesulukan Serambi Babussalam yang didirikannya. Pada kasus di atas perlu kiranya untuk digali seberapa jauh keberhasilan, dampak dan tantangan dari pemikiran dan gerakannya di tengah masyarakat Simalungun. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yang mana sumber primernya adalah wawancara, kutipan pembicaraan langsung dari tokoh yang dimuat di media online, baik media lokal maupun nasional. Adapun hasil dari tulisan ini menunjukan bahwa pemikiran dan gerakan tasawuf kerukunan yang diusung Tuan Guru Batak terbilang berhasil, dilihat dari temuan selama penelitian, dimana para tokoh lintas agama dan pemeluknya datang ke Rumah Sufi dan Peradaban untuk belajar bersama tentang kerukunan lewat nilai-nilai tasawuf yang dipimpin oleh Tuan Guru Batak.
Copyrights © 2024