Jurnal Hortikultura
Vol 25, No 4 (2015): Desember 2015

Metode Deteksi Cendawan Penyebab Infeksi Laten pada Buah Jeruk Impor

Nurholis Nurholis (Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor)
Meity Suradji Sinaga (Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor)
Efi Toding Tondok (Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor)



Article Info

Publish Date
23 May 2016

Abstract

Infeksi laten adalah hubungan parasitik patogen yang bersifat dorman dalam tanaman inang, yang dapat berubah menjadi patogen yang aktif. Patogen infeksi laten pada buah jeruk impor berpotensi tinggi sebagai sumber inokulum yang dapat menyebabkan epidemik penyakit tumbuhan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan metode yang akurat, cepat, dan dapat diaplikasikan untuk mendeteksi keberadaan cendawan penyebab infeksi laten pada buah jeruk impor. Penelitian dilaksanakan berdasarkan studi kasus buah jeruk impor asal Argentina melalui pintu pemasukan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Perlakuan deteksi cendawan telah dilakukan pada bagian kalik, kulit, biji, dan karpel dari buah jeruk menggunakan metode konvensional dan molekuler. Deteksi secara konvensional terdiri atas direct agar plating technique (DAPT), kombinasi senescence stimulating technique (SST) dan DAPT, serta overnight freezing incubation technique (ONFIT). Deteksi secara molekuler menggunakan pasangan primer universal ITS1F dan ITS4. Tiap perlakuan menggunakan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan penyebab infeksi laten pada buah jeruk berhasilĀ  dideteksi menggunakan metode konvensional dan molekuler. Metode DAPT berhasil mendeteksi Alternaria citri, Colletotrichum gloeosporioides, dan Fusarium incarnatum pada hari ketiga setelah inkubasi. Cendawan yang sama juga ditemukan melalui metode kombinasi SST dan DAPT pada hari kedua setelah inkubasi. Menggunakan metode ONFIT berhasil menemukan A. citri, C. gloeosporioides, F. incarnatum, C. boninense, dan Guignardia mangiferae pada hari ketiga setelah inkubasi. Temuan kelima spesies cendawan tersebut adalah hasil identifikasi secara konvensional melalui karakter morfologi yang diperkuat oleh teknik identifikasi secara molekuler. Keberadaan DNA cendawan penyebab infeksi laten pada buah jeruk juga berhasil dideteksi secara langsung melalui metode molekuler. Hasil sikuen mengidentifikasi cendawan tersebut adalah Alternaria sp. dan Fusarium sp. ONFIT adalah metode yang relatif cepat, akurat, dan dapat diaplikasikan untuk mendeteksi organisme pengganggu tumbuhankarantina (OPTK) pada buah jeruk impor sehingga direkomendasikan sebagai metode alternatif dalam tindakan pemeriksaan karantina pada buah jeruk di tiap-tiap pintu pemasukan.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JHORT

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, ...