Jurnal Hortikultura
Vol 24, No 1 (2014): Maret 2014

Distribusi dan Kelimpahan Populasi Orong - orong (Gryllotalpa hirsuta Burmeister.), Uret (Phyllophaga javana Brenske.), dan Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel.) di Sentra Produksi Kentang di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Wiwin Setyawati (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Jl. Tangkuban Parahu 517, Lembang, Bandung Barat 40791)
A. Hudayya (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Jl. Tangkuban Parahu 517, Lembang, Bandung Barat 40791)
H. Jayanti (Balai Penelitian Tanaman Sayuran Jl. Tangkuban Parahu 517, Lembang, Bandung Barat 40791)



Article Info

Publish Date
12 May 2016

Abstract

Dalam usaha agribisnis tanaman kentang (Solanum tuberosum L.), para petani kentang di negara - negara berkembang sering dihadapkan pada berbagai masalah, salah satunya ialah serangan OPT kentang yang dapat mencapai 20 jenis. Di antara ke-20 jenis OPT tersebut, orong - orong, uret, dan ulat tanah merupakan OPT penting yang hidup di dalam tanah yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai dengan 50%. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis - jenis OPT yang terdapat dalam tanah, distribusi dan kelimpahannya di beberapa biotop yang berbeda serta faktor - faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaannya. Penelitian dilakukan sejak Juni sampai dengan Agustus 2012 di dua provinsi sentra produksi kentang yaitu di Jawa Barat (Kabupaten Garut dan Bandung) dan Jawa Tengah (Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo). Metode penelitian yang digunakan ialah metode survai, penarikan contoh dilakukan dengan metode stratified multistage sampling. Stratum yang digunakan ialah luas areal kentang. Biotop yang diambil berupa lahan pertanaman kentang, lahan bekas kentang, dan lahan penyimpanan pupuk kandang. Pencuplikan dilakukan dengan metode kuadrat (1 m2, sedalam 20 cm) dengan pengambilan lima cuplikan per biotop per lokasi tinjau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPT tanah yang ditemukan di lokasi tinjau ialah orong-orong (G. hirsuta), uret (P. javana), dan ulat tanah (A. ipsilon). Kepadatan populasi ketiga OPT tersebut berbeda tergantung pada jenis biotop dan lokasi tinjau. Untuk G. hirsuta kepadatan populasi berkisar antara 1,0 – 32,0 ekor/m2, P. javana 1,0–33,0 ekor/m2 dan A.ipsilon 1,0 – 6,0 ekor/m2. Biotop padang rumput (43,05%) ternyata paling disukai oleh OPT tanah untuk kelulushidupannya, diikuti berturut-turut oleh bekas kentang (21,83%), pupuk kandang (21,53%), dan biotop kentang  (13,59%). Persentase keberadaan OPT tanah tertinggi yaitu P. javana sebesar 70,23% diikuti G. hirsuta sebesar 26,26% dan A. ipsilon sebesar 3,51%. Faktor fisik tanah yang memengaruhi kelulushidupan OPT tanah ialah pH tanah dan kadar air tanah. Informasi mengenai distribusi dan kelimpahan OPT tanah dapat digunakan sebagai landasan untuk merakit dan mengembangkan teknologi PHT untuk OPT tanah yang lebih akurat terutama untuk mengatasi perubahan iklim.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

JHORT

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, ...