Populasi anggrek hitam kian menurun setiap tahunnya yang disebabkan oleh fenomena alam maupun aktivitas manusia yang merambah hutan dan kegiatan eksploitasi anggrek secara besar-besaran. Pelestarian dan budidaya tanaman anggrek hitam di luar habitat aslinya mengalami kendala karena cekaman kekeringan akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi. Anggrek hitam memerlukan kondisi lingkungan dengan kelembapan yang cukup tinggi untuk pertumbuhan yang optimal. Salah satu senyawa kimia yang umumnya digunakan untuk membantu melihat pengaruh cekaman kekeringan pada tanaman adalah PEG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PEG yang dapat ditolerir oleh anggrek hitam pada fase pembibitan yang diaplikasi pada berbagai konsentrasi sebagai simulasi cekaman kekeringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (kelompok adalah jumlah daun), yaitu konsentrasi PEG dengan 5 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan adalah 100. Adapun konsentrasi PEG yang diberikan adalah p0: 0% (kontrol), p1: 5%, p2: 10%, p3:15%, p4: 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, persentase jumlah bibit hidup (%), persentase pengurangan jumlah daun (%), pertambahan panjang akar, pertambahan tinggi tanaman, dan warna daun akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit anggrek hitam tidak tahan terhadap cekaman kekeringan melalui pengujian dengan PEG mulai dari konsentrasi 5% hingga 20%.
Copyrights © 2024