Kerusakan lingkungan menjadi isu yang paling sering diperbincangkan oleh pemimpin negara dalam berbagai pertemuan internasional. Hal ini dikarenakan hampir seluruh negara di dunia telah merasakan dampak dari kerusakan lingkungan seperti cuaca ekstrim dan tidak menentu. Tulisan ini merupakan sebuah studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis penggunaan kemasan plastik sachet dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Dari beberapa referensi yang menjadi rujukan diperoleh data bahwa sampah terutama yang berasal dari bahan kemasan plastik sachet menjadi salah satu penyumbang terhadap peningkatan jumlah sampah setiap tahunnya. Beberapa negara telah menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik, namun kebijakan tersebut masih belum sepenuhnya efektif karena sebagian masyarakat yang sekaligus konsumen belum semuanya memahami akan akan dampak plastik terhadap kerusakan lingkungan jika sampah plastik tidak dikelola dengan baik. Konsep ekonomi sirkular dinilai sebagai sebuah pilihan untuk mengatasi kerusakan lingkungan dengan pengelolaan sampah. Selain itu ada pula kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) dimana dalam implementasinya preusahaan selaku produser juga bertanggungjawab terhadap lingkungan dengan cara mengumpulkan, mengelola dan mendaur ulang kembali sampah dari produk yang mereka jual. Di negara-negara Eropan kebijakan ini telah diterapkan namun di negara Asia hanya sebagian negara saja yang telah menerapkan, bahkan ada beberapa negara yang mengadopsi dan menyusun peraturan yang masih bersifat sukarela dalam pelaksanaannya. Diperlukan kemitraan dari semua pihak baik produsen, masyarakat sebagai konsumen dan pemerintah selaku pembuat kebijakan. Konsep ekonomi sirkular disanggap sebagai penunjang pembangunan berkelanjutan dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ketegasan pemerintah dalam menerapkan peraturan tentunya diharapkan dapat menjadi pencegah terjadnya green washing dimana perusahaan mengklaim produknya ramah lingkungan tetapi faktanya tidak sesuai dengan konsep ramah ingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: Greenwashing, Plastik Sachet, Pembangunan Berkelanjutan
Copyrights © 2024