Jurnal Penelitian Tanaman Industri
Vol 18, No 2 (2012): Juni 2012

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN HAMA PENGISAP DAUN PADA KAPAS

IGAA. INDRAYANI (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Jl. Raya Karangploso, Kotak Pos 199 Malang 65152)
HERI PRABOWO (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Jl. Raya Karangploso, Kotak Pos 199 Malang 65152)
SIWI SUMARTINI (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Jl. Raya Karangploso, Kotak Pos 199 Malang 65152)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2020

Abstract

ABSTRAKRekomendasi cara pengendalian hama pengisap daun, Amrascabiguttula (ISHIDA) pada  tanaman  kapas masih  mengandalkanpenggunaan kombinasi varietas tahan dan perlakuan benih denganinsektisida kimia sistemik imidakloprid. Namun, tidak jarang petanimelakukan penyemprotan insektisida kimia pada kanopi tanaman yangjuga dapat membunuh serangga berguna, termasuk musuh alami. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui keefektifan teknik pengendalian A.biguttula pada kapas menggunakan varietas dan insektisida. Penelitiandilakukan di KP Asembagus mulai Januari sampai dengan Nopember2010. Perlakuan petak utama, yaitu teknik pengendalian: (1) perlakuanbenih dengan imidakloprid (PB), (2) tanpa perlakuan benih maupunpenyemprotan kanopi tanaman atau kontrol (TPB), (3) perlakuan benih +penyemprotan kanopi (PBS), dan (4) penyemprotan kanopi (S). Perlakuananak petak adalah tiga galur/varietas kapas, yaitu: (1) galur 98050/9/2/4,(2) KI 645, dan (3) Kanesia 10. Pola tanam yang diterapkan adalahtumpangsari kapas dan kacang hijau yang ditanam di antara baris kapas.Setiap perlakuan disusun dalam rancangan petak terbagi dengan tiga kaliulangan. Ukuran anak petak adalah 10 m x 15 m. Pengamatan dilakukanterhadap (1) populasi nimfa A. biguttula dan predatornya, (2) frekuensipencapaian populasi ambang ekonomi, (3) skor kerusakan tanaman kapas,(4) hasil kapas berbiji dan kacang hijau, dan (5) analisis ekonomiperlakuan. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  setiap  teknikpengendalian yang diuji berpengaruh terhadap perkembangan populasi A.biguttula dan predatornya. Rata-rata pencapaian populasi ambangekonomi pada perlakuan benih (PB) dan kontrol lebih rendah (0,5–2 kali)dibandingkan dengan kombinasi perlakuan benih dan penyemprotankanopi (PBS) serta penyemprotan kanopi saja (S) yang mencapai 3–4 kali.Pada galur/varietas kapas yang diuji, pencapaian populasi ambangekonomi paling rendah terjadi pada galur 98050/9/2/4, diikuti oleh Kanesia10 dan KI 645. Perlakuan benih saja (PB) selain menurunkan populasi A.biguttula dan tidak menurunkan populasi predator, juga lebih efisiendibanding perlakuan lainnya dengan nilai marginal rate of return 1,38 danpeningkatan bersih 14,3%. Makna dari hasil yang diperoleh adalahpengendalian A. biguttula pada kapas dengan cara menyemprot kanopilebih baik dihindari apabila benih masih dapat diperlakukan, sedapatmungkin dikombinasikan dengan penggunaan varietas tahan/toleran.Kata kunci : Amrasca biguttula, imidakloprid, ambang ekonomi, galur/varietas, kapas, predator, marginal rate of return (MRR)ABSTRACTEffectiveness and Efficiency of Different ControlTechniques of Cotton Jassid, Amrasca biguttulaRecommendation for controlling jassid (A. biguttula) of cotton still relieson the use of combination of resistant variety and seed treatment(imidachloprid). Farmers, however, often spray chemical insecticides overplant canopy that also kill beneficial insects, including natural enemies.This study was conducted at Asembagus Experimental Station fromJanuary to November 2010. The objective of the study was to find out theeffectiveness and efficiency of control techniques against cotton jassid, A.biguttula. This field study consisted of two factors. First factor consistedof three different control techniques i.e. (1) seed treatment (PB), (2)without seed treatment and foliar application or control (TPB), (3)combination between seed treatment and foliar application (PBS), and (4)foliar application alone (S). Second factor consisted of three cottonvarieties, e.g. 98050/9/2/4, KI 645, and Kanesia 10. Treatments werearranged in a split plot design with three replicates. Cotton intercroppedwith mung bean planted in between cotton rows. Population of A. biguttulaand its predator, economic threshold achievement, score of plant injury,yields of cotton and mung bean were observed. Economic analysis of thetreatments was evaluated at the end of the experiment. Results showed thateach control techniques caused different effect on jassid and its predatordevelopment. The average of economic threshold achievement in seedtreatment application (PB) and control (TPB) were lower (0.5-2.0 times)compared to combination between seed treatment and foliar sprayed(PBS), also only foliar sprayed (3-4 times). Averaged of economicthreshold achievement on 98050/9/2/4 line was the lowest, followed byKanesia 10 and KI 645. Application of seed treatment (PB) not onlyreduced jassid population but also less effective on predator population. Itwas more efficient than other treatments with marginal rate 1.38 and didincrease net income by 14.3%. It means that foliar sprays to control A.biguttula on cotton should be ignored, if applying seed treatment andresistant/tolerant varieties.Key words: Amrasca biguttula, imidachloprid, economic threshold,cotton cultivar/variety, predator, marginal rate of return(MRR)

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

JPTIP

Publisher

Subject

Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Jurnal Penelitian Tanaman Industri merupakan publikasi ilmiah primer yang memuat hasil penelitian primer komoditas perkebunan yang belum dimuat pada media apapun, diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, DIPA 2011 terbit empat kali ...