Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, sebuah perusahan manufaktur conveyor belt dengan sistem kerja job order telah menyusun strategi bisnis untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Hal ini didasarkan pada hasil identifikasi semakin sering timbulnya permasalahan seperti keterlambatan informasi ketersediaan komponen, keterlambatan pembelian komponen, informasi pemeriksaan produk, dan hal lain yang mempengaruhi perencanaan produksi serta mengganggu kinerja dan produktivitas bagian produksi. Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi pada perusahaan tersebut maka dibutuhkan sistem informasi manajemen produksi terintegrasi yang dapat meningkatkan sharing data dan informasi antar fungsi manajemen yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode Agile pada pengembangan sistem informasi, sedangkan pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif meliputi interview, tanya jawab, dan observasi. Hasil implementasi sistem informasi manajemen produksi terintegrasi dalam penelitian ini menunjukkan dengan sistem informasi manajemen produksi terintegrasi dapat meningkatkan rantai nilai data dan informasi antar fungsi manajemen sehingga permasalahan perusahaan dapat teratasi dan meningkatkan produktivitas sebagaimana diharapkan selama ini.
Copyrights © 2024