Penelitian ini menganalisis dampak ketersediaan infrastruktur jalur laut, khususnya pelabuhan kecil di Kelurahan Tanjung, Kota Bima, terhadap perekonomian masyarakat setempat menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Pelabuhan Tanjung berfungsi sebagai penghubung utama antara Kota Bima dan wilayah lain seperti Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi, mendorong pertumbuhan usaha mikro di sekitarnya, termasuk pedagang kaki lima, toko kelontong, dan penginapan. Meskipun demikian, penurunan volume arus barang di pelabuhan selama beberapa tahun terakhir telah mengurangi pendapatan masyarakat yang bergantung pada aktivitas pelabuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pelabuhan memiliki peran penting dalam ekonomi lokal, dampaknya masih terbatas. Diperlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pelabuhan dan memberikan dukungan yang lebih besar bagi usaha mikro di sekitar pelabuhan untuk memastikan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Copyrights © 2024