Latar Belakang: Perilaku kekerasan atau agresif merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik dan psikologis. Teknik de-eskalasi verbal merupakan komunikasi yang diterapkan pada klien yang marah atau gelisah untuk meminimalisir kekerasan dan membuat orang tersebut mendapatkan kembali perasaan tenang dan kontrol diri. Metode: metode yang diterapkan dalam artikel ini adalah studi kasus yang didasarkan pada aplikasi evidence based practice (EBP) : de-eskalasi verbal dengan rancangan pre and post test without control group design. Total sampel 2 responden. Hasil: pada studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat pengaruh de-eskalasi terhadap penurunan rentang respon marah pada pasien perilaku kekerasan di Ruang Sena RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta setelah dilakukan intervensi dalam tiga kali masing-masing 5 – 7 menit dan rentang respon marah pasien setelah dilakukan intervensi de-eskalasi verbal dari dua pasien adalah rentang respon marah asertif. Kesimpulan: terdarap pengaruh adanya intervensi de-eskalasi terhadap penurunan rentang respon marah pada pasien perilaku kekerasan kekerasan di Ruang Sena RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta.
Copyrights © 2024