Cakupan ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Wonoasih mencapai 58,2% pada tahun2022, yang lebih rendah dari target program sebesar 60%. Kondisi ini menunjukkanadanya bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukanuntuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas adalah dengan menerapkan teknik pijatoksitosin. Pijat ini bernilai ekonomis dan dapat dilakukan oleh suami atau anggota keluargalainnya. Berdasarkan studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Wonoasih, 80%ibu nifas melaporkan bahwa ASInya tidak keluar dengan lancar dan belum mengetahuitentang pijat oksitosin serta manfaatnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap kecukupan ASI pada bayi diwilayah kerja Puskesmas Wonoasih, Kota Probolinggo. Metode penelitian menggunakandesain pra-eksperimen dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua grupdalam skema pretest-posttest. Kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa pijatoksitosin, dan data dikumpulkan melalui uji Wilcoxon untuk menilai pengaruh intervensiterhadap kecukupan ASI. Hasil Pada kelompok intervensi, uji Wilcoxon menunjukkannilai 0.002 > 0.05, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari pijat oksitosinterhadap kecukupan ASI pada bayi. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh yangsignifikan dari penerapan pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap kecukupan ASI bayi diwilayah kerja Puskesmas Wonoasih, Kota Probolinggo. Pijat oksitosin terbukti efektifdalam meningkatkan kecukupan ASI pada ibu nifas
Copyrights © 2024