Pentingnya menganalisis linguistik dan aspek sastra dalam studi al-Qur’an sangatlah signifikan, karena pemahaman yang mendalam tentang kebahasaan merupakan kunci utama untuk memahami al-Qur’an dengan baik. Dalam al-Qur’an terdapat beberapa istilah ‘Azm al-Umur yang sering diterjemahkan dengan makna hal-hal yang patut diutamakan, kata Azm sendiri sering dimaknai dengan arti tekad. Kata 'Azm al-Umur menjadi topik menarik untuk diteliti lebih lanjut, terutama untuk mengungkap maknanya dengan pendekatan semantik perspektif az-Zamakhsyari dalam Tafsir al-Kasysyaf. Az-Zamakhsyari sendiri adalah seorang mufassir, teolog (terutama dalam aliran Mu'tazilah), ahli bahasa, dan juga mengikuti mazhab fiqh Hanafi. Tafsirnya merupakan salah satu karya yang banyak dirujuk oleh para ulama dalam mempelajari al-Qur'an dari sudut pandang bahasa, khususnya dalam konteks konsep balaghah al-Qur'an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research (penelitian berbasis kepustakaan) serta analisis semantik az-Zamakhsyari. Melalui pengkajian semantik diperoleh bahwa ‘Azm al-Umur dalam perspektif az-Zamakhsyari memiliki makna tersirat selain bermakna tekad yaitu; Pertama, ketetapan-ketetapan Allah Swt. Kedua, perkara-perkara yang diwajibkan dan Ketiga, perkara-perkara yang mulia dan diutamakan. Pendekatan semantik az-Zamakhsyari membantu dalam memahami kedalaman makna tersebut dan memperkaya pemahaman tentang makna ‘Azm al-Umur. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan lebih dalam bagi pembaca tentang makna ‘Azm al-Umur sehingga amalan-amalan yang tergolong dalam katergori ‘Azm al-Umur dapat diaplikasikan dalam kehidupan dengan baik.
Copyrights © 2024