Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna meningkatkan daya saing dan pangsa pasar UMKM batik di Kabupaten Blitar, dengan fokus pada integrasi wisata edukasi. Metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan pemilik UMKM batik, pengrajin, dan pakar pemasaran lokal, serta analisis dokumen dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Balitar memiliki kekuatan pada keunikan motif khas Blitar dan kombinasi produksi batik cap dan tulis, namun menghadapi kendala dalam akses pasar, penggunaan teknologi digital, dan modal. Strategi pemasaran yang diusulkan meliputi pengembangan brand dan positioning, pemasaran digital dan media sosial, e-commerce dan marketplace, serta pengembangan wisata edukasi batik. Wisata edukasi batik diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan menarik lebih banyak wisatawan melalui paket wisata yang mencakup lokakarya batik dan galeri. Selain itu, kolaborasi dengan agen perjalanan, institusi pendidikan, dan influencer fashion diusulkan untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk. Melalui implementasi strategi ini, Batik Balitar dapat meningkatkan kesadaran merek, memperluas penetrasi pasar, dan meningkatkan pendapatan, sambil melestarikan warisan budaya batik Indonesia. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya inovasi produk dan peningkatan kualitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi pengrajin.
Copyrights © 2024