Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesehatan mental, kinerja, dan emotional intelligence (EI) pada tenaga kesehatan di RS TNI-AU Dr. M. Salamun Bandung selama pandemi COVID-19, serta menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap kinerja dan peran EI dalam hubungan tersebut. Dengan menggunakan sampel 152 tenaga kesehatan, penelitian ini mengukur tiga aspek utama: kesehatan mental dengan kuisioner Mental Health Inventory (MHI-38), EI dengan Trait Emotional Intelligence Questionnaire – Short Form (TEIQue-SF), dan kinerja tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19, tenaga kesehatan memiliki tingkat kesehatan mental, kinerja, dan EI yang sangat baik. Kesehatan mental terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja, yang berarti semakin baik kesehatan mental tenaga kesehatan, semakin baik pula kinerja mereka. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa EI tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kesehatan mental dan kinerja; bahkan, interaksinya dengan kesehatan mental dapat berdampak negatif pada kinerja. Oleh karena itu, EI lebih tepat dianggap sebagai variabel independen yang secara positif mempengaruhi kesehatan mental dan kinerja, di mana semakin tinggi EI tenaga kesehatan, semakin baik kesehatan mental dan kinerja mereka.
Copyrights © 2024