Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT

PENGARUH MINYAK ATSIRI TERHADAP MORTALITAS DAN PENGHAMBATAN PENELURAN Crocidolomia Pavonana F

Rodiah Balfas (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)
Tri Lestari Mardiningsih (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)



Article Info

Publish Date
13 Nov 2016

Abstract

Kubis, brokoli, dan bunga kol merupakan tanaman sayuran yang cukup penting, termasuk dalam famili Brassicaceae. Kendala utama dalam budidaya tanaman tersebut adalah serangan hama Crocidolomia pavonana. Minyak atsiri merupakan salah satu produk tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Penelitian telah dilakukan di Rumah Kaca Kelompok Peneliti Proteksi Tanaman Balittro, sejak Maret sampai Desember 2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri terhadap mortalitas telur, larva dan imago C. pavonana. Minyak atsiri yang diuji adalah minyak babadotan, cengkeh, laja gowah, seraidapur, seraiwangi, dan temulawak, masing-masing pada konsentrasi 0,5%. Selain itu, digunakan mimba sebagai pembanding. Pengujian ovisidal dilakukan dengan mencelupkan telur dalam masing-masing larutan uji. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap larva (larvasidal) telah dilakukan aplikasi bahan-bahan tersebut pada larva dan daun brokoli. Penelitian penghambatan peneluran dilakukan dengan menyemprotkan larutan ini pada tanaman, dikeringanginkan kemudian tanaman dikurung, dan serangga dewasa dimasukkan ke dalam kurungan. Pengamatan dilakukan terhadap penetasan telur dan mortalitas larva serta jumlah kelompok telur yang diletakkan. Hasil penelitian menunjukkan minyak seraidapur dan temulawak bersifat toksik terhadap telur. Minyak babadotan, mimba, dan seraiwangi yang diaplikasikan pada daun, mengakibatkan mortalitas larva lebih dari 90% tetapi, pada aplikasi langsung pada larva, mortalitas tertinggi berkisar antara 28% pada perlakuan mimba dan seraiwangi. Minyak babadotan, seraidapur, dan seraiwangi serta mimba memberikan pengaruh yang sama terhadap penghambatan peneluran pada 96 jam setelah aplikasi. Pengaruh terhadap peneluran juga terlihat pada perlakuan minyak temulawak yang telah diformulasikan. Minyak seraiwangi, seraidapur, babadotan, dan mimba serta temulawak berpotensi untuk digunakan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan  C. pavonana.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

BULTRO

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management

Description

BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Buletin ini memuat hasil penelitian terkait komoditas rempah dan obat yang belum diterbitkan pada media ...